Minggu, 30 November 2025

rasa kurang percaya diri ketika harus menyampaikan pendapat

 NAMA: MUHAMMAD NAFIS ZULFIKAR ABDILLAH 

KELOMPOK:06 GANGLION 

       Salah satu permasalahan terbesar yang pernah saya hadapi adalah rasa kurang percaya diri ketika harus menyampaikan pendapat di depan orang lain. Masalah ini muncul terutama saat saya diminta untuk mempresentasikan hasil pekerjaan, mengemukakan ide dalam sebuah diskusi, atau berbicara pada publik dalam kegiatan kampus maupun organisasi. Setiap kali berada dalam situasi tersebut, saya sering merasa gugup, tubuh bergetar, suara melemah, dan pikiran menjadi kacau sehingga apa yang saya sampaikan tidak keluar seperti yang saya maksudkan. Akibatnya, saya sering memilih diam meskipun sebenarnya saya memiliki ide yang ingin disampaikan. Hal ini kemudian membuat saya merasa menyesal, kehilangan kesempatan berkembang, bahkan kadang merasa kurang dihargai karena tidak bisa menunjukkan kemampuan saya dengan baik.


Setelah merenung lebih jauh, saya menyadari bahwa masalah ini tidak muncul begitu saja. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab utama timbulnya rasa kurang percaya diri tersebut. Pertama, pengalaman buruk di masa lalu. Saya pernah mendapatkan komentar yang kurang menyenangkan dari teman ketika pertama kali presentasi di depan kelas, dan sejak itu saya merasa takut melakukan kesalahan yang sama. Komentar tersebut mungkin terdengar sepele bagi orang lain, tetapi bagi saya meninggalkan trauma psikologis yang membuat saya selalu ragu pada kemampuan diri sendiri. Kedua, pola pikir perfeksionis yang berlebihan. Saya selalu ingin terlihat sempurna, tidak ingin berbicara kecuali yakin semuanya benar dan tidak ada kemungkinan salah. Obsesi pada kesempurnaan ini justru membuat saya membatasi diri dan takut mengambil risiko untuk berbicara. Ketiga, kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Ketika melihat orang lain lebih pandai berbicara, lebih percaya diri, dan terlihat selalu benar, saya merasa diri saya tidak cukup baik sehingga saya memilih menghindar daripada mencoba.


Setelah mengidentifikasi penyebabnya, saya menyadari bahwa masalah tidak akan selesai jika saya terus membiarkannya. Oleh karena itu, saya mulai mencoba beberapa cara untuk mengatasinya. Cara pertama adalah membangun pola pikir positif terhadap diri sendiri. Saya mencoba memberi afirmasi setiap hari bahwa saya memiliki kemampuan dan berhak didengar seperti orang lain. Saya belajar menerima bahwa kesalahan adalah wajar dan bagian dari proses belajar, bukan sesuatu yang harus ditakuti. Pelan-pelan, saya mulai tidak lagi terjebak dalam rasa malu atau takut salah setiap kali ingin berbicara. Saya juga berusaha untuk lebih fokus pada hal baik yang saya miliki, bukan pada kekurangan.


Cara kedua adalah melatih kemampuan berbicara secara bertahap. Saya memulai dari lingkup kecil seperti berbicara di depan teman dekat atau anggota kelompok dengan suasana santai. Kemudian saya mencoba mengambil kesempatan untuk presentasi sebagai perwakilan kelompok, bukan menunggu ditunjuk. Setiap kesempatan saya jadikan latihan untuk menambah pengalaman agar semakin terbiasa. Bahkan ketika hasilnya belum sempurna, saya tetap menganggapnya sebagai kemajuan. Saya juga mempelajari teknik berbicara yang baik, seperti mengatur napas, memanfaatkan kontak mata, memperbaiki intonasi, dan menyusun poin-poin penting sebelum berbicara agar lebih terarah.


Cara ketiga adalah mencari lingkungan dan orang-orang yang mendukung. Saya mulai membuka diri, berbagi cerita mengenai ketidakpercayaan diri yang saya alami kepada teman dekat dan keluarga. Saya mendapatkan banyak dukungan positif dan motivasi yang meningkatkan keberanian saya. Saya juga mencoba berada dalam komunitas atau kegiatan yang mendorong saya untuk lebih aktif berbicara dan berdiskusi, sehingga saya bisa terus berkembang. Lingkungan yang suportif membuat saya merasa nyaman berproses tanpa takut dihakimi.


Dari semua usaha tersebut, perlahan-lahan saya mulai merasa percaya diri untuk berbicara di depan orang lain. Memang, rasa gugup tidak bisa hilang dalam satu hari, tetapi setidaknya saya bisa mengendalikannya dan tidak lagi membiarkan ketakutan menghentikan saya. Saya belajar bahwa kepercayaan diri bukanlah sesuatu yang tiba-tiba datang dengan sendirinya, melainkan sesuatu yang harus dibangun melalui proses yang panjang dan konsisten. Masalah ini mengajarkan saya untuk lebih mencintai diri sendiri, menghargai proses belajar, dan mengatasi trauma masa lalu dengan keberanian. Kini saya percaya bahwa setiap orang, termasuk saya, memiliki kemampuan untuk berkembang selama ada kemauan untuk berubah dan berusaha.

saya menyadari bahwa membangun kepercayaan diri membutuhkan waktu dan kesabaran. Tidak ada hasil instan, namun setiap langkah kecil merupakan kemajuan yang berarti. Saya belajar untuk lebih menghargai usaha diri sendiri, bukan hanya hasil akhir. Kini saya menjadikan pengalaman ini sebagai dorongan untuk terus berkembang dan menjadi pribadi yang lebih kuat.


Kamis, 04 September 2025

resume materi tugas prodi

 




Nama: Muhammad Nafis Zulfikar Abdillah 

Kelompok:ganglion

Prodi:s1 keperawatan 

MATERI KE-1

personal branding adalah proses membangun dan mempromosikan cinta diri yang unik dan konsisten

tujuan pesonal branding:

•membedakan diri dari orang lain (unik)

•menarik peluang profesional dan bisnis

•membangun reputasi yang baik

kesalahan yang harus dihindari dalam personal branding:

•tidak konsisten 

•terlalu fokus pada diri sendiri 

•tidak memanfaatkan teknologi 

cara meningkatkan personal branding:

•menentukan tujuan dan target pasar

•identifikasi nilai unik anda

•membangun online presence

•membangun jaringan 

•konsistensi dan otentisitas 

MATERI KE-2

perkenalan organisasi profesi

PPNI(persatuan perawat nasional Indonesia) adalah organisasi berbentuk kesatuan dengan kedaulatan tertinggi ada pada munas wadah perawat

makna lambang perawat

warga perawat Indonesia yang hidup di negara republik indonesia yang berjiwa pancasila,mengabdikan dirinya dalam bidang perawatan/kesehatan dengan itikad dan kesadaran pengabdian yang suci murni disertai dengan keluhuran jiwa dan cinta kasih, senantiasa menunaikan darma baktinya terhadap negara dan bangsa indonesia khususnya dan terhadap umat manusia

visi dan misi PPNI

visi

sebagai organisasi profesi yang disayangi anggota, dicintai pemerintah dan diperhitungkan organisasi lain

misi

•penguatan kepengurusan 

•mengupayakan dan mengutamakan kepentingan anggota

•membangun jejaring yang luas dan efektif 

•bekerja sama dan berkoordinasi 

MATERI KE-3

visi prodi s1 keperawatan dan profesi ners 

•menjadi lembaga pendidikan keperawatan yang menghasilkan lulusan sarjana keperawatan dan profesi ners terkemuka di ASEAN,unggul dibidang keperawatan komunitas, berjiwa wirausaha dan berjati diri islami

misi program studi

•melaksanakan pendidikan keperawatan yang menekankan pada penyelesaian masalah

•menghasilkan lulusan ners yang unggul 

•menumbuhkan budaya ahlussunah wal jamaah dalam kehidupan 

tujuan program studi 

•menghasilkan lulusan ners yang bisa menyelesaikan masalah

•menghasilkan penelitian berbasis masyarakat 

profil kelulusan 

•care provider adalah merencanakan dan memberikan asuhan keperawatan pada pasien 

•communicator adalah mendemonstrasikan komunikasi 

•healt educator and prometer adalah melakukan edukasi

•manager and leader adalah menganalisis pengorganisasian asuhan keperawatan 

•researcher adalah menerapkan langkah-langkah

etika menggunakan media sosial

•menggunakan bahasa yang sopan dan baik

•share hal yang bermanfaat 

•hindari konten berbau SARA dan pornografi 

•hindari menyebarkan berita kekerasan

•periksa kebenaran berita sebelum membagikan

kunci keberhasilan 

•jujur dan terbuka

•bertindak dengan penuh kesungguhan 

•memelihara kesehatan jasmani dan rohani

•bertanggung jawab 

•memiliki daya juang yang tinggi

•mampu bekerja sama dengan orang lain

MATERI KE-4

peran mahasiswa dalam beretika terhadap dosen pada saat proses belajar mengajar

pada zaman sekarang di era globalisasi sudah tidak dapat dihindari lagi dari kehidupan bermasyarakat ,seiring berjalannya waktu mahasiswa mulai tidak ber etika 

plagiarisme atau plagiat adalah suatu penjiplaan yang melanggar hak cipta 

macam-macam bentuk plagiarisme 

•plagiarisme paraphrase

•plagiarisme kata perkata

•plagiarisme sumber sekunder 

•plagiarisme struktur sumber

•plagiarisme ide

•plagiarisme authorship

cara mencegah plagiarisme 

hasil karya orang lain dirangkum lalu ditulis kembali dengan bahasanya sendiri

•nilai adalah konsep dalam diri manusia mengenai apa yang dianggap baik

•budaya adalah adat atau perilaku sehari-hari manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan 

•etika adalah tata krama atau perilaku terkait dengan akhlak ,hak dan kewajiban 

beberapa budaya dalam lingkungan kampus

•budaya akademik

•budaya intelek 

•budaya kritis

•budaya inovatif

•budaya teknologi 

•budaya bersih

MATERI KE-5

motivasi dan organisasi dalam kemahasiswaan 

mengapa motivasi itu penting??

•motivasi adalah pendorong utama yang menggerakkan ke suatu tujuan 

motivasi untuk perkuliahan: fokus dan tujuan

•tetapkan tujuan yang jelas

•tentukan apa yang ingin anda capai

motivasi untuk ekstrakurikuler 

•pengembangan diri dan kepemimpinan 

•membentuk karakter diri kita 

•tingkatkan kepercayaan diri

•jadikan dirimu haus dengan perubahan

strategi meningkatkan motivasi mahasiswa 

•metode pengajaran uang menarik

•belajar mengambil hal positif 

•belajar mengakui apapun






Selasa, 02 September 2025

resume materi hari ke-2

 Ainun najib

Tema: perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri 

Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi yang sangat cepat. Digitalisasi membawa dampak besar pada sistem pendidikan, baik dalam metode pembelajaran, penelitian, maupun tata kelola kampus.

* Peran Perguruan Tinggi

Menjadi pusat inovasi, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan.Mencetak sumber daya manusia yang unggul, kreatif, adaptif, dan mampu bersaing secara global.

* Perubahan dalam Pembelajaran

Penerapan blended learning (tatap muka dan online).Pemanfaatan teknologi digital, seperti e-learning, big data, kecerdasan buatan, dan virtual reality.Mahasiswa dituntut untuk lifelong learning agar terus relevan dengan perkembangan zaman.

*Tantangan

Kesenjangan literasi digital antara mahasiswa dan dosen.Infrastruktur teknologi yang belum merata.Persaingan global yang semakin ketat.

* Peluang

Akses ilmu pengetahuan lebih luas dan cepat.

Kerjasama internasional melalui teknologi digital.Lahirnya profesi dan bidang keilmuan baru di era revolusi industri 4.0.


Dr.Nurul Ghufron, S.H, M.H

Tema: generasi muda berintegrasi anti korupsi

1. Peran Generasi Muda

Generasi muda merupakan agen perubahan yang memiliki energi, idealisme, dan semangat tinggi untuk membangun bangsa.Mereka diharapkan menjadi garda terdepan dalam menanamkan budaya antikorupsi sejak dini.

2. Nilai Integritas

Integritas berarti konsisten antara ucapan dan tindakan.Menjunjung kejujuran, tanggung jawab, dan sikap adil dalam kehidupan sehari-hari.

3. Upaya Mewujudkan Generasi Anti Korupsi

Menanamkan pendidikan karakter dan moral sejak bangku sekolah hingga perguruan tinggi.Aktif dalam organisasi atau kegiatan sosial yang menumbuhkan rasa peduli dan tanggung jawab.Menghindari perilaku curang, kolusi, nepotisme, serta gaya hidup hedonis yang memicu korupsi.

4. Peran Pendidikan dan Lingkungan

Kampus, sekolah, keluarga, dan masyarakat harus menanamkan nilai kejujuran dan transparansi.Media digital juga dapat dimanfaatkan untuk kampanye antikorupsi.

Kesimpulan: Generasi muda berintegritas anti korupsi adalah kunci membangun Indonesia yang bersih, adil, dan bermartabat. Dengan integritas, mereka bisa menjadi teladan dan motor penggerak pemberantasan korupsi. 


KH ma'ruf Khozin

Tema: mahasiswa sebagai generasi Aswaja an-nahdiliyah

Mahasiswa sebagai generasi Aswaja an-Nahdliyah memiliki peran penting dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang berlandaskan pada prinsip tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil). 

Mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga mampu menanamkan nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin. Sebagai kader Nahdlatul Ulama, mahasiswa dituntut untuk menjadi teladan dalam akhlak, memperkuat ukhuwah, menolak radikalisme, serta menjaga tradisi keislaman yang berpadu dengan budaya lokal. Dengan demikian, mahasiswa Aswaja an-Nahdliyah berperan sebagai agen perubahan yang berintegritas, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan jati diri keislaman dan keindonesiaan.


link blog teman saya:

Senin, 01 September 2025

resume materi hari ke-1

- MATERI Prof.Yudi Latif,MA.,Ph.D

Dr. Yudi Latif menjelaskan mengenai identitas nasional, tata kelola negara, serta peran Pancasila dalam Indonesia di era modern ini.

Beliau juga membahas pentingnya mempertahankan semangat kepeloporan Indonesia dalam menghadapi tantangan saat ini.

la menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya bergantung pada sumber daya alam, tetapi juga pada kualitas dan karakter rakyatnya.

Dr. Latif menegaskan pentingnya persatuan dalam keberagaman (Bhinneka Tunggal Ika) dengan membangun konektivitas, inklusivitas, dan integritas.

Dr. Latif juga menjelaskan lima prinsip Pancasila beserta interpretasi modernnya, dengan menekankan bahwa prinsip-prinsip tersebut menjadi landasan bersama bagi keberagaman masyarakat Indonesia. la juga membahas pentingnya pembentukan karakter baik secara individu maupun kolektif.

- MATERI Erisandy Yudhistira

Penguatan Literasi Keuangan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mahasiswa: Strategi & Manfaat

Literasi keuangan yang kuat merupakan fondasi krusial bagi kesejahteraan mahasiswa, tidak hanya selama masa kuliah tetapi juga jauh setelahnya. Berikut adalah pembahasan komprehensif mengenai pentingnya, strategi penguatan, dan dampaknya terhadap kesejahteraan mahasiswa:

Mengapa Literasi Keuangan Mahasiswa Penting?

    Masa Transisi Kritis: Mahasiswa seringkali pertama kali mengelola keuangan secara mandiri (uang saku, beasiswa, gaji part-time), jauh dari pengawasan langsung orang tua.

 Tantangan Finansial Khas Kalangan Mahasiswa:

    Biaya kuliah yang tinggi dan terus meningkat.

 Biaya hidup (kos, makan, transport, buku).

 Keterbatasan sumber penghasilan tetap.

 Tekanan sosial untuk konsumsi (gadget, gaya hidup, hiburan).

 Dampak Langsung pada Kesejahteraan:

 Kesejahteraan Finansial: Menghindari utang berlebihan, mampu memenuhi kebutuhan dasar, memiliki dana darurat, mulai menabung/investasi.

 Inisiatif Mahasiswa & Komunitas:

 Program Mentoring: Mahasiswa senior atau alumni yang berpengalaman bisa menjadi mentor bagi mahasiswa junior dalam mengelola keuangan.

 Kampanye Kesadaran: Menggunakan media sosial kampus atau komunitas untuk menyebarkan tips, infografis, dan cerita inspiratif tentang manajemen keuangan yang sehat.

 Peran Individu (Mahasiswa):

 Proaktif dalam Mencari Informasi: Memanfaatkan sumber daya yang tersedia (perpustakaan, internet terpercaya, workshop kampus).

 Menerapkan Pengetahuan: Mulai membuat anggaran pribadi, mencatat pengeluaran, menabung secara konsisten (meski kecil), dan menghindari utang konsumtif.

 Dampak Penguatan Literasi Keuangan terhadap Kesejahteraan Mahasiswa

   Munculnya kebiasaan menabung dan mulai berinvestasi dini.

   Kesiapan menghadapi biaya tak terduga (dana darurat).

 Tantangan & Solusi

 Tantangan: Minat mahasiswa yang rendah (dianggap "membosankan"), keterbatasan sumber daya kampus dan kesulitan menerapkan teori ke praktik.

 Solusi:

 Lingkungan Aman: Ciptakan ruang diskusi 

 - MATERI Hari Prianto,S.E

Narkoba memiki singkatan narkotika, psikotropika dan bahan adiktif berbahaya lainnya. 

yang mana hal tersebut wajib dihindari mahasiswa bebas agar bebas dari narkoba untuk membentuk karakter rahmatal lil alamin UNUSA

Permasalahan narkoba di era digital secara singkat dibagi menjadi 3 macam

1. Kondisi demografis

2. Kondisi geografis

3. Kondisi pasar

     Adapun penggolongan narkotika:

  Gol 1: potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan (ganja, kokain, opium, dll) 

  Gol 2: berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan (morfin,metadon, dll) 

  Gol 3: mengakibatkan potensi ketergantungan sangat ringan.

Menurut bpk.teguh narkoba menyerang otak dan tidak bisa disembuhkan secara total.

    Strategi penanganan narkoba:

1. Pencegahan: membangun kemampuan dan ketahanan diri dari pengaruh buruk peredaran gelap

2. Pemberantas: dengan cara menangkap kejahatan pengedar narkoba

3. Rehabilitasi: memulihkan para pecandu narkoba secara rutin. 


artikel teman saya: https://ranggacahyo54.blogspot.com/2025/09/resume-tugas-hari-pertama.html


Kamis, 28 Agustus 2025

Resume Artikel: Prodi S1 Keperawatan Unusa Tambah Kelas Baru


Jurusan Keperawatan Unusa menjadi salah satu incaran bagi mereka yang ingin kuliah di bidang kesehatan. Jurusan Keperawatan pun memiliki cukup banyak peminat. Hal ini seperti yang terjadi di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) 

Di tahun ajaran baru ini, Program Studi (prodi) S1 Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Unusa banjir peminat sehingga mendorong kampus tersebut menambah jumlah kelas.

S1 Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Unusa banjir peminat terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya adalah prospek kerja lulusan perawat Unusa yang menjanjikan. Mereka tidak hanya bekerja di dalam negeri, tapi juga berkesempatan mengembangkan karirnya di luar negeri.

Yanis lantas mengungkapkan keunggulan prodi S1 Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners di Unusa, di antaranya berfokus pada keperawatan komunitas dengan pendekatan Islami, menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing, serta memiliki fasilitas dan kurikulum yang berkualitas.

“Kami memiliki 3 rumah sakit sendiri yang tentunya dapat menunjang perkuliahan. Prodi S1 Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners Unusa juga telah meraih akreditasi Unggul dari LAM-PTKes, yang menunjukkan kualitas pendidikan yang tinggi dalam berbagai aspek, termasuk tata kelola, kurikulum, dan fasilitas,” pungkasnya.

Referensi: Banjir Peminat, Prodi S1 Keperawatan Unusa Tambah Kelas Baru

lihat blog teman saya : 

https://dimasabdipratama.blogspot.com/2025/08/resume-ngopi-terusini-dampaknya-ke.html

https://jhadbismaa.blogspot.com/2025/08/resume-banjir-peminat-prodi-s1.html



rasa kurang percaya diri ketika harus menyampaikan pendapat

 NAMA: MUHAMMAD NAFIS ZULFIKAR ABDILLAH  KELOMPOK:06 GANGLION         Salah satu permasalahan terbesar yang pernah saya hadapi adalah rasa k...